Burung Bulbul Sang Kaisar
Kaisar lebih memilih burung mekanik bertatah permata daripada bulbul kelabu yang sederhana. Tetapi saat maut datang, hanya satu yang bisa bernyanyi untuknya.
Kumpulan kisah
Kaisar lebih memilih burung mekanik bertatah permata daripada bulbul kelabu yang sederhana. Tetapi saat maut datang, hanya satu yang bisa bernyanyi untuknya.
Di tengah perburuan, seorang pemuda mengangkat tombak ke arah kadal raksasa yang merebut rusanya. Ia tak tahu siapa yang sedang ia hadapi.
Bujang Enok menikahi seorang putri misterius dengan satu syarat: ia tidak boleh disuruh menari. Bertahun-tahun janji itu terjaga, sampai raja mengeluarkan titah.
Sa'di menggerutu karena kakinya lecet tanpa sepatu, sampai ia bertemu seorang lelaki di masjid Kufah yang tak punya kaki.
Istrinya hanya meminta satu hal: jangan pernah menyebut asal-usulnya. Bertahun-tahun Toba menepatinya, sampai suatu siang yang lapar dan penuh amarah.
Putra Sen no Rikyu menyapu taman sampai tak ada sehelai daun pun. "Belum selesai," kata sang ayah, lalu mengguncang pohon maple.
Dunia mengingatnya sebagai perempuan berlampu di bangsal gelap. Yang lebih jarang diceritakan adalah angka dan diagram yang ia bawa pulang.
Seorang raja diberi satu permintaan oleh dewa, dan ia memintanya tanpa berpikir panjang. Hari itu juga ia gembira, sampai makan malam dihidangkan.
Raja Chu menolak nasihat menterinya, lalu kehilangan ibu kota. Apakah sudah terlambat? Jawaban sang menteri menjadi peribahasa penuh harapan.
Gerobak seorang kusir terbenam dalam lumpur di jalan desa. Ia berlutut dan berseru memanggil Hercules, dan seruannya mendapat jawaban.