Ibu dan Garangan yang Setia
Garangan itu berlari menyambut majikannya dengan moncong berlumuran darah. Sang ibu langsung menyimpulkan yang terburuk, tanpa melihat ke dalam rumah.
Kumpulan kisah
Garangan itu berlari menyambut majikannya dengan moncong berlumuran darah. Sang ibu langsung menyimpulkan yang terburuk, tanpa melihat ke dalam rumah.
Air di dasar kendi terlalu jauh untuk paruhnya. Gagak yang kehausan tidak menyerah; ia memungut kerikil, satu demi satu.
Satu baris tentang buah pir dihafalkan anak-anak Tiongkok selama berabad-abad. Baris itu berasal dari jawaban seorang anak berumur empat tahun.
Petani itu menyerah dan mulai menimbun sumur tempat keledainya terperosok. Tetapi keledainya punya rencana lain.
Setelah tiga tahun bekerja tanpa upah, Khoai diminta mencari bambu yang tak pernah ada. Tuan tanahnya tertawa, belum tahu apa yang akan…
Sang putri Kediri meminta tontonan yang belum pernah ada. Lamaran itu membawa seorang raja muda ke hutan tempat seekor singa bermerak berkuasa.
Dipatuk, diejek, dan diusir karena berbeda, seekor anak itik kelabu bertahan melewati musim dingin, sampai ia melihat bayangannya sendiri di danau.
Ibunya hanya berpesan satu hal saat ia berangkat mengikuti suami: jangan menoleh ke belakang. Di tepi Danau Laut Tawar, pesan itu diuji.
Ia sudah menyeberang dan tak akan pernah kembali ke tempat itu. Lalu mengapa ia masih berdiri di tepi jurang saat senja?
Demi punya anak, Mbok Sirni berjanji menyerahkannya kepada raksasa pada usia enam belas. Ketika hari itu tiba, empat bungkusan kecil menjadi harapan…