Inspirasi Hidup
Inspirasi

Dua Katak dalam Kendi Susu

2 menit baca

Seekor katak mengintip dari permukaan air, seperti katak dalam kisah ini. Gambar: David Whelan · CC0 · sumber

Dua ekor katak sedang melompat-lompat mencari makan di sebuah dapur desa. Hari sudah malam, dan di lantai terdapat sebuah kendi besar berisi susu segar yang lupa ditutup. Tanpa pikir panjang, keduanya melompat masuk ke dalamnya.

Mereka baru sadar akan kesalahannya setelah berada di dalam. Dinding kendi itu tinggi dan licin. Setiap kali mereka mencoba melompat keluar, kaki-kaki mereka tergelincir dan mereka jatuh kembali ke susu yang dingin dan kental.

“Percuma saja,” kata katak yang pertama setelah berjam-jam berenang. “Kendi ini terlalu dalam. Tak ada gunanya terus berusaha. Lebih baik kita terima nasib.”

Ia berhenti mengayuh kakinya. Perlahan-lahan tubuhnya tenggelam, dan susu menutupi kepalanya. Ia tidak muncul lagi.

Katak yang kedua gemetar melihatnya. Ia juga lelah, sangat lelah. Kakinya pegal dan napasnya sesak. Namun ia berpikir, “Selama aku masih bisa bergerak, aku akan terus bergerak. Kalau pun akhirnya tidak berhasil, setidaknya aku tidak berhenti lebih dulu.”

Maka ia terus mengayuh. Satu kayuhan, lalu satu lagi, tanpa berhitung berapa kali. Malam bergerak makin larut, dan kakinya makin berat, tetapi ia tidak berhenti.

Menjelang pagi, ia merasakan sesuatu yang aneh di bawah kakinya. Susu yang tadi cair kini terasa padat. Ia terus mengayuh, dan gumpalan itu makin keras. Kayuhan demi kayuhan telah mengaduk susu itu menjadi segumpal mentega.

Ia memanjat ke atas gumpalan tersebut. Dari sana, bibir kendi hanya tinggal selompatan. Dengan sisa tenaganya, ia melompat, dan akhirnya berhasil melewati bibir kendi, lalu jatuh ke lantai dapur yang sejuk.

Pagi itu, ia duduk terengah-engah di dekat pintu sambil memandangi kendi yang nyaris menjadi kuburannya. Ia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi seandainya ia berhenti satu jam lebih awal.

💖 Pesan Moral

  • Jangan berhenti hanya karena merasa percuma. Kita sering tidak tahu seberapa dekat hasil itu dari kita.
  • Usaha yang tampak sia-sia bisa diam-diam mengubah keadaan. Kayuhan si katak mengaduk susu menjadi pijakan tanpa ia rencanakan.
  • Keputusan untuk menyerah menular. Begitu pula keputusan untuk bertahan, jadi pilihlah teman seperjalanan dengan hati-hati.
  • Bertahan selangkah lagi. Kalau tenaga hampir habis, tidak apa-apa; cukup lakukan satu kayuhan berikutnya.

Diceritakan ulang oleh Inspirasi Hidup dari perumpamaan populer yang beredar dalam banyak versi; ini salah satu versinya, dan penulis aslinya tidak diketahui.