Inspirasi Hidup
Inspirasi

Kura-kura dan Elang

2 menit baca

Elang membawa kura-kura ke langit, ukiran Wenceslaus Hollar abad ke-17. Gambar: Wenceslaus Hollar · Public domain · sumber

Seekor kura-kura merasa hidupnya membosankan. Setiap hari ia merayap di tanah, memandangi burung-burung yang terbang tinggi di atas kepalanya, dan diam-diam ia iri. “Kalau saja aku bisa terbang,” gumamnya, “semua orang akan menghormatiku.”

Suatu siang, seekor elang melintas rendah di dekatnya. Kura-kura itu memanggil dan memohon dengan sungguh-sungguh. “Wahai Elang yang perkasa, ajarilah aku terbang. Aku akan membayarmu dengan semua mutiara dari dasar laut.”

Elang itu tertawa. “Kau lahir tanpa sayap, Kawan. Terbang bukan bagianmu.” Tetapi kura-kura itu terus mendesak, siang dan malam, sampai si elang jemu mendengarnya.

“Baiklah,” kata elang akhirnya. “Aku akan membawamu ke langit.”

Ia mencengkeram tubuh kura-kura dengan kuku-kukunya dan melesat naik. Awan-awan lewat di bawah mereka. Kura-kura itu memandang ke bawah dan melihat hutan serta sungai tampak sekecil mainan. Sejenak ia merasa menjadi makhluk paling bahagia di dunia.

Lalu elang itu bertanya, “Sekarang, lepaskan saja cengkeramanku, dan terbanglah.”

Kura-kura itu belum sempat menjawab. Kuku-kuku itu terbuka, dan ia jatuh. Cangkangnya yang keras tidak mampu menolongnya ketika ia menghantam batu-batu di bawah.

Dalam detik-detik terakhir, ia akhirnya sadar bahwa ia telah meminta sesuatu yang tidak pernah dirancang untuk dirinya, dan menolak semua nasihat yang mengingatkannya.

💖 Pesan Moral

  • Iri hati membuat kita menginginkan hidup orang lain. Padahal yang kita punya sudah cukup untuk dikembangkan.
  • Dengarkan nasihat yang jujur, meski tidak enak didengar. Elang sudah mengatakan kebenarannya sejak awal.
  • Syukuri bakat dan batas diri. Kura-kura punya kekuatan sendiri: tekun, kokoh, dan tahan lama.
  • Cita-cita yang dipaksakan tanpa memahami risikonya dapat berakhir buruk. Bermimpilah, tetapi kenali dulu medannya.

Diceritakan ulang oleh Inspirasi Hidup dari fabel Aesop (sekitar abad ke-6 SM), versi yang dikenal di dunia Yunani-Romawi dan di Eropa sebagai “Kura-kura dan Elang”.